THE COMMUNIST MANIFESTO KARL MARX (1818-1883)
KATA PENGANTAR
Dengan disusunnya makalah filsafat modern dengan judul The Communist Manifesto ini guna memenuhi tugas mata kuliah pengantar filsafat umum, diharapkan dapat memberikan niali tambah bagi kami selaku mahasiswa.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan. Karena tidak mudah menjelaskan apa yang dimaksud dengan karya-karya para filsuf modern. Mengapa? Alasan yang paling mendasr adalah karena sampai sekarang belum ada kesepakatan mengenai apa arti filsafat itu sendiri. Memang ada banyak konsep dan penjelasan yang sangat jelas taentang filsafat. Banyak filsuf besar memberi penjelasan dan menjabarkan pemikiran mereka tentang filsafat. Namun demikian, kita tidak menemukan kesepakatan di antara mereka mengenai pengertian filsafat. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa ada dua model jawaban atau gagasan untuk memeberi gambaran tentang pengertian karya-karya filsuf modern. Pertama adalah melihat pengertian filsafat berdasarkan pada objek kajiannya. Kedua adalah melihat filsafat sebagai model berpikir logis dan rasional.
Oleh karena itu, sekiranya terdapat kekurangan dalam makalah ini, saya harapkan pembaca atau penyimak sudi untuk memberikan kritik dan sarannya.
Bandung, 5 juni 2011
Bab 1
PENDAHULAUN
The Communist Manifesto adalah buku yang tidak bertele-tele, tajam, jelas, dan visioner. Buku ini memberi inspirasi bagi generasi-generasi militan, para agitator politik, dan kelompok-kelompok revolusioner.
Untuk dapat memahami isi dan ambisi dari Manifesto, penting untuk melihat sekilas tentang saat-saat di mana Marx menulisnya. 1848 adalah tahun pergolakan revolusi. Saat itu para buruh bangkit dalam pemberontakan dan perlawanan di daerah-daerah industri besar di Eropa Utara. Ketidakpuasan para pekerja sampai pada puncaknya dan sesuatu yang dramatis diharapkan untuk membangun pergerakan aktivitas revolusioner. “suatu warna sedang membayangi Eropa, dan warna itu adalah komunisme.” Komunisme adalah sebuah kekuatan, dan tiba saatnya kekuatan itu bersuara logis, hal ini jugalah yang menjadi bagian dari cita-cita Mark ketika menulis Manifesto. Cita-citanya yang lain adalah mengubah dunia dengan membawa dunia pada fase historis yang terakhir, yaitu komunisme. Ada pengaruh hegel disini, dan secara jelas, materialisme historis Marx adalah karya ulang dari konsep hegel, yaitu yang Absolut menjadi kesadaran diri dalam fase historis. Lebih dari yang Absolut merealisasikan dirinya dalam sejarah, Marx berharap bahwa kelas pekerja akan merealisasikan kekuatannya. Dan menggunakannya.
Marx bertugas untuk menulis rumusan misinya oleh partai komunis. Mereka mengungkapkan dengan jelas tujuan politiknya untuk lebih memfokuskan sebuah revolusi yang didambakan dan akibat-akibatnya. Marx menulis Manifesto sekitar enam minggu, draft tulisannya diajukan berulang kali ke Engels dan para pendukungnya. Sangat sedikit dari rancangan itu yang bertahan hidup, beberapa mengambilnya sebagai bukti dari kenyataan bahwa Marx membuat sedikit perubahan atau penyesuaian dengan visi aslinya. Tidak masalah bagaiman munculnya, manifesto adalah suatu dari karya paling terkenal dari filsafat politik.
Manifesto berisi ringkasan dari filsafat marx, yaitu materialisme historis, yang dahulu dirancang dengan sangat panjang oleh Marx dan Engels dalam karyanya yang diterbitkan, The German Ideology Manifesto juga berisi sebuah pandangan profetis yang menyolok tentang masa depan kapitalisme. Kita akan melihat pandangan Marx tentang sejarah, penggunaan bentuk lain dari sosialisme, dan akhirnya sekilas pandangannya mengenai isi dari karya profetis tersebut.
BAB 2
POKOK PEMBAHASAN
A. Materialisme Historis
Manifesto berisi sebuah filsafat sejarah, yang kemudian dikenal sebagai materialisme sejarah. Sesuai dengan pandanganya, dan masih dalam kesejajarannya dengan Hegel, terdapat sebuah pola atau bentuk dari sejarah manusia, dan sejarah adalah keterarahan menuju sebuah titik akhir. Akhir atau tujuan bukanlah sebuah kesadaran dari sebuah proses tetapi suatu wajah yang pasti dari organisasi ekonomi : komunisme. Sebelum masyarakat siap dengan komunisme, pikirnya, masyarakat harus melewati struktur perkembangan sosial dan ekonomi. Pembahasan tentang strutur tersebut mengambil bagian yang besar dari buku ini, terutama bagaimana struktur tersebut menjadi bagian dari pengharapan pekerja sekarang yang melihat struktur sebagai sesuatu yang harus sesuai dengan arus saat ini, itu artinya mengubahnya. Marx menggerakan sebuah dorongan historis dan buku ini punya arti untuk membantu agar sejarah tetap berjalan.
Teori sejarah Marx tidak mencoba untuk menjelaskan sedikit mengenai sejarah manusia, tetapi menerangkan evolusi sebagai bagian dari teori sejarah, yang bernama sejarah sosial dan ekonomi. Pandangan Marx dimulai dengan klaim bahwa sebelum manusia secara kolektif melakukan atau mencapai sesuatu, seorang individu harus mampu berjumpa dengan kebutuhan materialnya yang fundamental. Sebelum semua itu, manusia perlu makan, mempunyai pakaian dan mempunyai tempat untuk berlindung. Masyarakat dan warga negara mengandalkan bagian “model produksi” untuk menjamin kebutuhan dasar untuk hidup. Bagian pertama dari Manifesto, Marx menjelaskan pandangan bahwa sejarah dari peradaban Eropa dicirikan dengan kemajuan dari model produksi yang kuno ke model yang feodal, dan dari model yang feodal ke model produksi yang kapitalis.
Marx berargumen bahwa manusia dalam pra-sejarahnya secara sederhana mencari makan untuk memenuhi kebutuhan material mereka. Mereka makan semua binatang dan tumbuhan yang mereka temukan di sekitar mereka; mereka menggunakan bulu binatang dari hewan-hewan yang mereka makan untuk pakaian; merreka berlindung di gua-gua alamai. Menurut Marx, sejarah manusia dimulai ketika manusia-manusia secara aktual memproduksi sesuatu untuk memenuhi kebutuhan mereka, secara sederhana lebih daripada mengambil apa yang diberikan alam kepada mereka. Secara khusus, manusia mulai mengolah tanah untuk menanam dan membangun kandang untuk binatang-binatang yang kemudian akan dimakan dan kulitnya dijadikan pakaian. Kita mulai mencari batu dan memotong pohon untuk membangun pondok dan secara bertahap menjadi perkampungan.
Dengan memulai sesuatu seperti sebuah hidup yang beradab, Marx menggagas bahwa setiap produksi yang dihasilkan tidak berdasar pada kesanggupan, tetapi berdasarkan adanya kelas penguasa dan kelas pekerja. Kelas pekerja memproduksi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, dan kelas penguasa berdiri diatas mereka, mengambil untuk dirinya sendiri kelebihan dari pekerja-pekerja mereka. Para pekerja, kemudian, selalu entah bagaimana dieksploitasi oleh kelas penguasauntuk memenuhi kebutuhan mereka dan pada akhirnya juga kelebihan-kelebihan mereka.
Model produksi Eropa mendominasi hidup di Mesir Kuno, Yunani, dan Roma, Marx menyebut masa ini dengan “model produksi kono” (the ancient mode of production). Di sinilah, sebuah kelas penguasa memiliki budak pekerja sesuai dengan pembagiannya. Pekerja-pekerja yang lain – seniman, artis, musisi, dan sebagainya – secara sederhana mendapatkan posisinya di sekitar relasi ekonomi dasar antara penguasa dan budak. Contohnya, majikan menjula bagian produk surplus dari para budaknya untuk menyediakan hiburan oleh tarian akrobat dan musik yang indah. Dengan ini semua, hal ini menjadi hubungan ekonomi dasar yang mendefinikan waktunya. Budak adalah salah satu yang memproduksi apa yang mereka sendiri sungguh butuhkan, kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal.
Selanjutnya adalah model produksi yang feodal. Di sini, para budak yang mengolah tanah lebih daripada budak yang memproduksi kebutuhan material di masyarakat. Buruh tanah menikmati sebagian kecil dari kebebasan yang lebih besar daripada apa yang dialami dalam perbudakan para pendahulunya. Para buruh tanah memiliki beberapa hak kepemilikan tanah dan juga tingkat kekuatan untuk mengambil keputusan kapan dan bagaimana mereka menyebarkan pekerja mereka. Marx tetap mencatat bahwa tanah di mana para buruh tanah itu bekerja bukan milik mereka sungguh-sungguh; tanah dimiliki oleh tuan tanah dan akhirnya, monarki. Kelas penguasa menuntut pajak dari penggunaan tanah mereka. Oleh karena itulah, mereka mengmbil kelebihan produksi dari para budak untuk menyediakan kebutuhan material mereka sendiri dan tanpa dikatakan, segala tenaga mereka.
Marx berargumen bahwa model feodal ini secara bertahap memberikan jalan untuk model kapitalis. Di sini, pekerja upahan, atau kaum proletar, menjadi pekerja utama dalam masyarakat. Kelas kapital, tidak seperti penguasa budak atau tuan feodal, berdiri di atas kelas pekerja, sebagi kelas yang menentuka aturan. Kelas kapital mengeksploitasi kaum proletariat dan mengmbil keuntungan dari pekerja mereka, sekarang lewat sarana-sarana untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan memberikan kepada kapitalis uang untuk konsumsi mereka sendiri, secara khusus konsumsi barang-barang mewah. Uang sekarang menjadi jalan untuk menghasilkan lebih banyak uang lagi.
Salah satu bagian dari ambisi materialisme historis Marx adalah untuk menyatakan cara berpikir ekonomi di seluruh masyarakat. Ambisi yang lain, tanpa ragu-ragu, sesuai dengan prinsipnya, adalah agitasi untuk mengadakan perubahan, untuk menekan bagian yang tak terelakan dari sejarah manusia secepat mungkin. Manifesto adalah sebuah ringkasan dari materialisme historis Marx, sebuah rentetan potret sepanjang perjalanan evolusioner sampai pada kapitalis sekarang. Ada suatu argumen yang mengatakan demikian: “sejarah dari semua masyarakat yang ada sekarang ini adalah sebuah sejarah perjuangan kelas.” Menurut Marx , sekali kamu melihat sejarah dalam arti perjuangan kelas, matamu dibuka dan kamu ingin melakukan sesuatu karenanya. Kamu inin melakukan sesuatu tentangnya secara khusus jika kamu ada di sisi pekerja, sesorang yang sekarang terlihat sebagai buruh atau pekerja tanah.
Marx percaya bahwa sekali para anggota dari kelas pekerja sadar dengan kepentingan mereka senndiri dan kondisi mereka yang berada dalam eksploitasi kelas kapital yang membuat aturan, tak terhindarkan mereka akan bangkit dan berjuang untuk melakukan revolusi yang akan memimpin pada suatu masyarakat yang di dalamnya kepentingan kelas pekerja akan dilayani dengan lebih baik. Pemberontakan pekerja di tahun 1848 menunjukan bahwa kelas proletar mempunyai harapan akan semacam kesadaran yang harus dimiliki dan menjadi jalan untuk merealisasikan kepentingan mereka dalam kehidupan yang selama ini dibuat frustasi oleh penawaran kapitalis dan sistem ekonominya. Manifesto adalah usaha Marx untuk menempatkan harapan-harapan mereka yang samar-samar pada transformasi sosial dalam sebuah cerita tentang bentuk dan tujuan akhir dari sejarah manusia.
Dalam Manifesto, Marx berlabuh pada ambisi revolusioner proletariat dalam materialisme historis, dan ini adalah sebuah jurang besar dengan pemikiran sosialis yang datang sebelumnya. Hubungan sejarah menjadi poin utama dalam karya yang pertama. Bagian yang kedua juga mengandung tanggapan Marx untuk mengantisipasi objek kapitalis borjuis dengan zaman komunisme yang datang. Dalam bagian ketiga dan keempat, Marx mengubah arah dan mengkritik tanggapan sosialis atas keadaan yang menyedihkan dari proletar dalam masyarakat kapital.
Paham sosialisme sebelum marx adalah sesuatu yang sederhana tetapi merupakan reaksi tak terbentuk dari efek hantu kapitalis dalam hidup manusia. Para pemikir sosialis biasanya dikejutkan ketika manusia berkarya dan bekerja tetapi hanya sedikti mengadakan perubahan. Pergerakan sosialis muncul untuk menunjukan situasi pekerja dalam wajah kapitalisme tetapi, untuk Marx, tidak lebih sedikit perubahan dilakukan. Pemikiran fundamentalnya pada macam-macam pemikiran sosialis diletakan dalam sebuah metafor medis. Pertama, mereka gagal untuk datang dan melakukan diagnosis yang lekat pada masalah hidup yang dialami oleh proletarnya, kedua, mereka gagal untuk memberikan perlakuan yang sesuai dengan kondisi yang mengerikan yang dialami oleh proletar.
B. Kritik Untuk Sosialisme
Marx membahas dan mengkritisi tiga bentuk dari sosialisme. Sosialis yang reaksioner berpikir bahwa kita dapat dan harus mengembalikan efek yang menyedihkan dari kapitalisme secara sederhana dengan kembali ke masa-masa feodal. Mereka mengklaim bahwa akan menjadi lebih baik di bawah feodalisme dan bahwa tawaran baru dari kapitalis adalah suatu langkah mundur. Marx tidak ingin orang-orang mengalami hal yang menyedihkan dengan menganut kapitalisme, bagaimanapun, ia berpendapat bahwa kapitalisme adalah kelanjutan dari feodalisme. Marx mempertahankan komitmennya pada materialisme historis, karena itulah ia juga tetap berpikir dalam koridor tersebut. Jadi apa yang anda temukan adalah bahwa Marx berhati-hati dengan sosialis reaksioner terutama bagaimana mereka, dengan kekuatan penuh, memahami gerkan sejarah modern. Untuk Marx, kapitalisme mengantarkan pada penderitaan, tetapi juaga memunculkan makna penyelamatan ekonomi dan politik dari penderitaan. Ini adalah sebuah langkah maju, tetapi juga merupakan langkah mundur, untuknya, jika tidak menolong semuanya.
Marx juga mengkritik para sosialis borjuis. Mereka adalah para sosialis yang dapat melihat keuntungan-keuntungan yang dibawa kapitalis pada masyarakat manusia tetapi berfikir bahwa efek negatif dapat di perbaiki dalam beberapa cara untuk membuat kapitalisme menjadi lebih sesuai. Sosialis borjuis percaya bahwa masyarakat kapitalis dapat menjadi kuat, stabil dan harmonis dengan organisasi ekonomi jikalau keadaan dilemahkan lewat reformasi cara pikir yang melulu sosialis. Marx menolak versi sosialisme ini karena kapitalisme adalah sebuah kelas yang secara fundamental menguasai sistem ekonomi. Di mana ada kelas, di sana ada komflik kepentingan, dan tidak dapat dihindari ada eksploitasi. Konflik kepentingan dan eksploitasi tidak dapat hanya dibiarkan saja karena, tentu saja, sebuah masyarakat dengan eksploitasi di dalamnya tidak dapat menjadi stabil dan harmonis.
Marx juga melawan variasi dari sosialisme utopis. Beberpa sosialis memiliki maksud baik,gagas Marx, tetapi solusi merekauntuk keadaan yang menyedihkan yang dialami para pekerja, menurut Marx, masih naif. Sosialisme utopis tentu saja mengakui penderitaan yang dimunculkan dari sebuah sistem kapitalis, tetapi cetak biru mereka untuk sebuah masyarakat yang lebih bahagia, menurut Marx, tidak cukup radikal, dan tidak mengakardalam konsep manusia secara alami. Sosialis utopis seperti Robert Owen melakukan eksperimen kecil dalam hidup sosialis yang pikirnya secara sederhana dapat disebarkan dalam ekonomi industri. Menurut Marx, tidak ada pilihan selama arti produksi ada di tangan kapitalis.
Menurut Marx, yang salah secara mendasar dengan tiga macam adalah bahwa semua secara umum gagal dalam merasakan potensi dari pertumbuhan massa proletar yang revolusioner dalam masyarakat kapitalis. Jika masyarakat ada untuk memperbaiki, jika hidup dari para pekerja adalah untuk mendapatkan yang lebih baik, transformasi masyarakat akan menjadi lebih radikal. Yang diperlukan adalah revolusi. Manifesto dapat dibaca sekurang-kurangnya sebagai sebuah pelajaran tentang sejarah proletariat, sebuah gagasan untuk melihat kekuatan mereka dan tujuan historis mereka. Tujuan akhirnya, selalu seperti yang dikakatakan Marx, adalah mendekatkan kemanusiaan dengan suatu dunia yang lebih baik.
Marx mengharapkan revolusi dari kaum proletar. Manifesto diilhami dari harapan ini dan secara terbuka mendeklarasikannya. Sebagai catatan awal, manifeto mereflesikan zaman saat buku ini ditulis: tahun 1848. Tahun dimana terjadi pergolakan revolusioner di pasar industri kapitalis di Eropa. Bagaimanapun, revolusi ini secara bertahap semakin hilang dan di tahun 1849 mengalami kegagalan. wacana perkembangan kapitalis ternyata membawa pada kemunduran kelas pekerja secara tradisional dan pergerakan sosialis. Proletariat tidak pernah muncul, secara global, sebagia agen dari perubahan sosial yang dramatis seperti yang dipikirkan oleh Marx dalam manifesto. Ramalannya sungguh-sungguh difalsifikasi oleh sejarah kemudian. Tetapi, terdapat ramalan-ramalan lain dalam manifesto yang ternyata diperkuat dalam sejarah.
Manifesto mengantisipasi penyebaran kapitalisme di dunia dan perkembangan sebuah pasar dunia (world market) untuk barang-barang dan pekerjaan. Marx berpendapat bahwa tidak ada masyarakat di planet ini akan ditinggalkan tanpa disentuh oleh kapitalisme, dan ia benar dalam hal ini. Tentu saja, Marx dapat dipertimbangkan sebagai satu dari perumus teori yang pertama mengenai kata yang sekarang kita kenal “globalisasi”. Marx juga memperkirakan perkembangan masyarakat yang mana di dalamnya pemikiran sederhana tentang hidup di perkampungan dipandang kecil oleh kosmopolitanisme dan internasionalisme dari kehidupan di kota. Marx juga melihat hilangnya jaminan tradisional (?) dan gaji baik untuk kelas pekerja menengah, juga kebangkitan-penyebaran proletarianisasi (proletarianization) dari karya yang fropesional. Beberapa pemikiran yang di prediksikan ternyata benar, dan kemungkinan banyak orang berpikir bahwa dunia akan menjadi lebih buruk.
Marx juga memperkirakan terjadinya kemunduran pada kekuatan nasionalis dan pemikiran religius, tetapi, seperti yang kita saksikan di abad dua puluh dan permulaan millenium ini, perang-perang yang menyalakan api nasionalisme dan agama tetap terlihat mendominasi kehidupan manusia. Anda dapat berbagi tentang harapan marx di mana kita akan mengembangkan dalam waktu ini tanpa sesuatu yang fiksi dan irasional seperti nasionalisme dan agama, tetapi jelas bahwa kita tidak di sini sebelumnya.
C. Marxis-Marxis Yang Baru
Kegagalan dari proletariat untuk menunjukan aturan historis yang diperkirakan oleh Marx dalam Manifesto, memunculkan banyak penolakan atas pemikiran Marx. Beberapa mengatakan bahwa pemikiran Marx ini terlalu cepat. Mungkin ini adalah suatu kasus bahwa filasafat sebagai tiang penyangga dari materialisme historis adalah benar, hanya Marx yang tidak tepat dalam waktunya. Urgensi waktu di mana Marx menulis Manifesto beberapa keliru. Beberapa dari prediksi Marx memang datang kemudian, dalam bentuk Uni Soviet, China, dan di mana pun. Tetapi komunisme di sedikit tempat malah menghasilkan penderitaan dan kematian. Anda dapat menjadikan Marx sebagai objek dari landasan etis dan meninggalkan pertentangan tentang ketetapan historis dengan yang lain.
Bebepa pergerakan yang terinspirasi Marx, mulai belajar dari sejarah, dan tetap berharap pada berbagai bentuk makna revolusioner yang dapat menghasilkan sebuah dunia yang lebih baik. Beberapa melihat kebenaran dari materialisme historis marx. Mereka masuk dalam pandangan Marxis bahwa kemanusiaan mengubah tuan – relasi budak dengan tuan – relasi buruh tanah karena adanya perbaikan dalam produktivitas seperti yang dijanjikan dalam relasi yang baru. Relasi tuan dengan budaknya tumbuh dan berkembang karena keduanya mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan manusia. Demikian pula, relasi kapitalis-pekerja muncul karena produktivitas yang lebih besar yang mereka hasilkan di atas relasi tuan tanah dan budaknya. Tetapi pergerakan yang terakhir dari kapitalisme pada apa yang oleh marxis-marxis baru sebut: “komunisme yang besar” (true communism), dicapai. Anda dapat menyimpan cerita tetapi juga menjatuhkan pertahananatas Marx tentang saat revolusi. Mungkin, sekarang ini adalah saat yang tepat.
Kritik kapitalisme, beberapa dengan Marx di dalam pikirannya, mencatat bahwa kapitalisme tidak dipikirkan sebagai puncak sejarah manusia. Mereka berpendapat bahwa ini bukan sebuah sistem ekonomi yang kuat, stabil, dan harmonis. Kapitalisme mungkin memberikan banyak keuntungan, tetapi kapitalisme membawa dengannya rasa frustasi dan kesedihan yang besar. Selama ini memang benar, Marx menjadi relevan dengan kita. Manifesto menunjukan kepada kita bagaimana kondisi manusia dan titik solusi suatu masalah yang kita hadapi dalam bagian dari hidup kita yang tergantung dari ekonomi. Manifesto menunjukan sebuah model yang menawarkan suatu jalan untuk memperbaiki pandangan kita mengenai masalah dan solusi yang ingin kita coba untuk mendapatkan suatu dunia yang lebih baik. Di dalamnya, dalam banyak hal, memunculkan relevansi yang abadi dari The Manifesto Communist
KESIMPULAN
Inti dari pemikiran Marx yang dituangkan dalam karyanya yaitu Manifesto adalah sebuah filsafat sejarah, yang kemudian dikenal sebagai materialisme historis.
Teori sejarah Marx tidak mencoba untuk menjelaskan sedikit mengenai sejarah manusia, tetapi menerangkan evolusi sebagai bagian dari teori sejarah, yang bernama sejarah sosial dan ekonomi. Sejarah adalah keterarahan menuju sebuah titik akhir. Akhir atau tujuan bukanlah sebuah kesadaran dari sebuah proses tetapi suatu wajah yang pasti dari organisasi ekonomi : komunisme.
DAFTAR PUSTAKA
Terjemahan James Garvey, The Twenty Greatest Philosophy Books, Continuum International Publishing Group, The tower Building 11 York Road, London SE1 7NX, 2006, oleh CB. Muliyatno Pr.


Response to "THE COMMUNIST MANIFESTO KARL MARX (1818-1883)"