Pages

Sepenggal Episode Kehidupan


Di suatu malam yang pekat, di sebuah ruangan yang bersegi empat, dengan tembok yang tak lagi merekat kuat  karena terlalu lama dia ada, jauh sebelum fajar dilahirkan. Disebelahnya, hamparan tempat badannya merebah tanpa ranjang yang panjang. Bukan karena kesederhanaan yang menjadi alasan tapi keadaanlah…ya keadaan yang membuat seluruh perempuan berpikir seribu kali menjadi pasangannya, walaupun kenyataannya fajar adalah seorang ustadz tapi kedudukannya sirna ditelan melarat.

Tapi dia tak pernah murukusunu atau ngomel ini itu, dia bagaikan karang diterjang ombak, ditempat yang sederhana itu dia tetap semangat menimbun harap, merajut asa hidup berlipat-lipat.

Fajar  belum jua tertidur, ia seperti gelisah penuh tanda Tanya, apa yang sedang dirasaknnya kini. Sampai pertengahan malam matanya masih belum bisa dilipat, ada sesuatu yang menghajar pikirannya dalam-dalam. Di ujung resah, akhirnya murungpun menyinggung kisah, ia teringat akan sesuatu,,,,sesuatu yang terjadi di masa silam.

Bersambung…………….

Response to "Sepenggal Episode Kehidupan"

Leave a Reply

-setingi apapun keinginan untuk meraih sesuatu tidak akan pernah bisa melampaui tangga ketentuan yang esa-
-Very busy people always find time for everyting conversely,people with immense leisure find time nothing-
-Takdir, senang bermain dengan caranya sendiri, Kudamu tidak bisa diandalkan Hentikan akal-akalan, karena sesuatu bergantung bagaimana takdir dimainkan Satu kebajikan dari langit lebih baik daripada seratus upaya Seratus keburukan bersembunyi dalam setiap usaha kita "Jalaludin ar-Rumi"-
-pertama, manusia mendambakan roti, karena makanan adalah benang pokok kehidupan. Ketika pada akhirnya dia kekenyangan, dia mencari popularitas, pujian para penyair, dan publisitas. Sehingga, keuliaannya akan dipuja-puji. Dan dari podium, kebijakan-kebijakannya disambut meriah. "Jalaludin ar-Rumi"-