Pages

Sepenggal Episode Kehidupan di bulan April 2


Salam-salaman yang di penuhi rasa rindu, yang di sertai rasa hormat, maka janganlah merasa heran, mereka sering mencium tangan orang yang mereka anggap sebagai senior ketika bersalaman sebagai tanda penghormatan. itulah kebiasaan para santri. Hal ini dibenarkan kok oleh agama, ga percaya? simak tulisan saya di bawah ini :

Mencium tangan para ulama merupakan perbuatan yang dianjurkan agama. Karena perbuatan itu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada mereka. 
Dalam sebuah hadits dijelaskan:

عَنْ زَارِعٍ وَكَانَ فِيْ وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِيْنَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ – رَوَاهُ أبُوْ دَاوُد
Artinya :    Dari Zari’ ketika beliau menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan kita, lalu kami mengecup tangan dan kaki Nabi s.a.w. (H.R. Abu Dawud).


عَنِ ابْنِ جَدْعَانْ, قالَ لاَنَسْ : اَمَسَسْتَ النَّبِيَّ بِيَدِكَ قالَ :نَعَمْ, فقبَلهَا
Artinya :    dari Ibnu Jad’an ia berkata kepada Anas bin Malik, apakah engkau pernah memegang Nabi dengan tanganmu ini ?. Sahabat Anas berkata : ya, lalu Ibnu Jad’an mencium tangan Anas tersebut. (H.R. Bukhari dan Ahmad)


عَنْ جَابرْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ عُمَرَ قبَّل يَدَ النَّبِيْ.
Artinya :    dari Jabir r.a. sesungguhnya Umar  mencium  tangan Nabi.(H.R. Ibnu al-Muqarri).


عَنْ اَبيْ مَالِكْ الاشجَعِيْ قالَ: قلْتَ لاِبْنِ اَبِيْ اَوْفى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : نَاوِلْنِي يَدَكَ التِي بَايَعْتَ بِهَا رَسُوْلَ الله صَلى الله عَليْه وَسَلمْ، فنَاوَلَنِيْهَا، فقبَلتُهَا.
Artinya :    Dari Abi Malik al-Asyja’i berkata : saya berkata kepada Ibnu Abi Aufa r.a. “ulurkan tanganmu yang pernah engkau membai’at Rasul dengannya, maka ia mengulurkannya dan aku kemudian menciumnya.(H.R. Ibnu al-Muqarri).


عَنْ صُهَيْبٍ قالَ : رَأيْتُ عَلِيًّا يُقبّل يَدَ العَبَّاسْ وَرِجْلَيْهِ.
Artinya :    Dari Shuhaib ia berkata : saya melihat sahabat Ali mencium tangan sahabat Abbas dan kakinya. (H.R. Bukhari)
Atas dasar hadits-hadits tersebut di atas para ulama menetapkan hukum sunah mencium tangan, ulama, guru, orang shaleh serta orang-orang yang kita hormati karena agamanya. 
Berikut ini adalah pendapat ulama 
1.    Ibnu Hajar al-Asqalani
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani telah menyitir pendapat Imam Nawawi sebagai berikut : 


قالَ الاِمَامْ النَّوَاوِيْ : تقبِيْلُ يَدِ الرَّجُلِ ِلزُهْدِهِ وَصَلاَحِهِ وَعِلْمِهِ اَوْ شرَفِهِ اَوْ نَحْوِ ذالِكَ مِنَ اْلاُمُوْرِ الدِّيْنِيَّةِ لاَ يُكْرَهُ بَل يُسْتَحَبُّ.
Artinya :    Imam Nawawi berkata : mencium tangan seseorang karena zuhudnya, kebaikannya, ilmunya, atau karena kedudukannya dalam agama adalah perbuatan yang tidak dimakruhkan, bahkan hal yang demikian itu disunahkan.
Pendapat ini juga didukung oleh Imam al-Bajuri dalam kitab “Hasyiah”,juz,2,halaman.116.
2.    Imam al-Zaila’i 
Beliau berkata :

 (يَجُوْزُتقبِيْلُ يَدِ اْلعَالِمِ اَوِ اْلمُتَوَرِّعِ عَلَى سَبِيْلِ التبَرُكِ...
Artinya :    (dibolehkan) mencium tangan seorang ulama dan orang yang wira’i karena mengharap barakahnya.
(Disarikan dari  buku Amaliah NU dan Dalil-Dalilnya, Penerbit LTM (Lembaga Ta”mir Masjid)PBNU.

uppss,,,,kok jadi ceramah sich ??? oke lanjuuuuut.......
usai bersalaman, orang yang pertama kali dia temui adalah wakil Rois 'am ( wakil Rois= sejenis wakil ketua Dema kalau di kampus), karena kebetulan beliau sedang berada di Kantor Sekretariat.

"Al-hamdulilah kumaha damang?" tanya Wakil Rois.
"Al-hamdulilah sae, samulihna?" jawab Dia.
"Al-hamdulilah sehat, jawab WR.
"mangga atuh lebet ka kantor, urang ngobrol ngaler ngidul di lebet". Ucap Rois.
"muhun mangga, tapi sim kuring bade nyimpen hela Tas yeuh ka kobong", sahut Dia.

Dia pun, melangkahkan kedua kakinya menuju kobong yang dulu pernah ditempatinya, sebuah ruangan yang bersegi empat,  hamparan tempat badannya merebah tanpa ranjang yang panjang,tempat menimbun harap, merajut asa berlipat-lipat delapan tahun lamanya.
Dia pun perlahan membuka pintu kobong,

kreeeekh,,,,,"suara pintu"

pintu pun terbuka, matanya menatap ruangan segi empat itu, serentak dia pun teringat masa silam.
masa dimana ditempat itu terukir berbagai kisah kehidupan, sepenggal episode kehidupan seorang pemuda berdarah sunda, pemuda yang mencari jati diri.

Assalamualaikum,,, "dia berkata"
Waalaikumsalam,,,,"temannya yang bernama Jenal menjawab"
Alhamdulilah aya orang bandung nganjang ka kobong,,," kata si jenal yang lagi membaca kitab kuning"

Dia pun hanya tersenyum mendengar ucapan si Jenal sambil menyimpan tasnya diatas lemari, kemudian duduk diatas hamparan, ya hamparan berwarna biru muda yang pernah dia beli dimasa silam, kemudian di hibahkan ke temannya "jenal" ketika dia meninggalkan pesantren untuk meneruskan pencarian jati dirinya di sebuah Univrsitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

bersambung,,,,,,,,

Response to "Sepenggal Episode Kehidupan di bulan April 2"

Leave a Reply

-setingi apapun keinginan untuk meraih sesuatu tidak akan pernah bisa melampaui tangga ketentuan yang esa-
-Very busy people always find time for everyting conversely,people with immense leisure find time nothing-
-Takdir, senang bermain dengan caranya sendiri, Kudamu tidak bisa diandalkan Hentikan akal-akalan, karena sesuatu bergantung bagaimana takdir dimainkan Satu kebajikan dari langit lebih baik daripada seratus upaya Seratus keburukan bersembunyi dalam setiap usaha kita "Jalaludin ar-Rumi"-
-pertama, manusia mendambakan roti, karena makanan adalah benang pokok kehidupan. Ketika pada akhirnya dia kekenyangan, dia mencari popularitas, pujian para penyair, dan publisitas. Sehingga, keuliaannya akan dipuja-puji. Dan dari podium, kebijakan-kebijakannya disambut meriah. "Jalaludin ar-Rumi"-