kisah kasih bulan Afril
Seperti biasanya, memasuki waktu shalat shubuh orang rumah melantunkan suara indahnya memanggil-manggil namaku tak henti-henti, “fajar,,,fajar bangun nak dah adzan shubuh !!!”, tapi mataku masih enggan untuk melihat dunia nyata. Seketika syetanpun tertawa terbahak-bahak melihat keadaanku, mereka menganggap usaha mereka berhasil. Tak lama kemudian aku merasakan kesejukan tiada tara, tapi tak lama kemudian kesejukan itu berubah derastis menjadi kedinginan tak ada tanding, wajahku terasa diguyur hujan, rambutku hampir semua basah kuyup, akupun kaget dan berdiri tertatih-tatih sambil berteriak “banjiiiiir,,,,,banjiiiiir,,,,,?????”. Setelah seluruh organ kepalaku bekerja aktip, ternyata air yang membasahi kepalaku bukan air banjir tapi air sumur yang disiramkan orang rumah kepadaku. Akhirnya akupun pergi ke kamar mandi mengambil air wudhlu dengan hati gendok hehe,,,,. Dan seketika syetanpun menangis dengan keras karena usahanya GATOT (gagal total).
Selesai mengambil air wudhlu akupun berangkat menuju surau yang lumayan cukup jauh dari rumahku. Aku sedikit ragu mau membuka pintu. Hatiku ketar-ketir. Angin diluar terdengar sangat keras menghantam apa-apa yang dihinggapinya. Dingin disertai rincikan air hujan. Suasana yang jauh dari nyaman. Namun niat harus dibulatkan. Bismillahi tawakkaltu ala alloh. Pelan-pelan kubuka pintu rumah. Dan….
Wuss!
Angin memukul mukaku dengan keras. Hujan deras bercampur angin tak henti-hentinya membasahi jagat raya. Kututup kembali pintu rumah. Rasanya aku melupakan sesuatu.
“Fajar hujannya semakin lebat. Cuacanya buruk. Apa tidak sebaiknya sholat di rumah?” Saran ibuku yang baru selesai shalat sunat.
“Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa. Rasulullah pun selalu berangkat ke mesjid untuk berjama’ah walaupun dalam keadaan sakit”. bahkan satu hadits dari ibnu Mas'ud ra mengatakan :
"barangsiapa yang suka bertemu Allah kelak sebagai seorang muslim, maka hendaknya ia menjaga shalat-shalatnya. dengan shalat-shalat itu ia dipanggil. sesungguhnya Allah ta'ala menggariskan kepada Nabi kalian jalan-jalan petunjuk (sunah-sunah ). seandainya kalian shalat di rumah, seperti orang yang terlambat ini shalat di rumahnya, niscaya kalian telah meninggalkan sunnah nabi kalian, jikalau kalian meninggalkan sunnah nabi kalian, niscaya kalian tersesat. dan tidaklah seorang laki-laki bersuci denagn sempurna lalu sengaja pergi ke mesjid diantara mesjid-mesjid yang ada kecuali Allah menuliskan satu kebaikan untuk setiap langkah yang ia ayunkan dan mengangkat pula dengannya satu derajat, dan dengannya pula dihapus satu dosa. sebagaimana yang kalian ketahui, tak seorangpun meninggalkannya (shalat berjamaah ) kecuali orang Munafik yang nyata kemunafikannya. dan sungguh orag yang berhalangan pada waktu itu, dibawa datang ke mesjid dengan di papah oleh dua orang lalu didirikan dalam Shaf nya (H.R musli )
Jawabku sambil bergegas masuk ke kamar mengambil sorban dan payung. Kulangkahkan kaki keluar kamar, tanpa sengaja aku melihat hand phone, kuhentikan langkah. Dan kubaca sejenak sms yang masuk dari jam setengah empat. Ternyata sms itu dari sahabat spesialku. Isinya begini :
“bangun….bangun…
Hiasi wajahmu dengan tetesan air wudhlu…
Tegakan kakimu diatas sajadah…
Bentangkan badanmu di dalam keridhoan…
Sujudkan kepalamu memohon rahmatnya….
“met sholat subuh”,”
Hatiku girang tak kepalang ada sms dari dia, langkahku semakin bertenaga seolah aku ingin berlari.
Bersambung………..


Response to "kisah kasih bulan Afril"