Pages

BELAJAR BAHASA ARAB


Ada pepatah mengatakan “barang siapa yang tidak mengerti akan bahasa, maka tertipulah dia”. Apalagi untuk para insan akademisi begitu pentingnya mengerti akan bahasa. Bahasa apa saja kang? Setidaknya kita mengerti tiga bahasa : Bahasa Nasional, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris mungkin sudah banyak yang pintar, maka dari itu pada kesempatan kali ini insya alloh saya akan sedikit membicarakan tentang Bahasa Arab yang mungkin masih banyak yang tidak begitu mengerti.
Oke,,,,,sebelumnya mari kita baca Bismillah dulu, niat dalam hati karena alloh ta’ala. Untuk mengerti bahasa arab ada beberapa langkah yang kudu kita jalankan dengan sepenuh hati
1. Mahir membaca aksara Arab setidaknya pernah belajar mengeja atau iqra’.
2. Memahami ilmu Nahwu dan untuk itu anda harus rela mengeluarkan uang anda untuk membeli kitab yang namanya Jurumiyah ‘asmawi , tenang aja gan !!! ga mahal kok paling lima ribu perak hehe
3. Kita belajar bersama disini dengan saya dan keinginan yang tinggi
Nah sekarang mari kita mulai memahami ilmu Nahwu sebagai alat untuk bisa bahasa Arab.
Bab 1
Pendahuluan (Mabadi’)
A. Ta’rif/had (definisi) ilmu Nahwu : menurut lughat/bahasa/etimologi adalah maksud.
 Menurut istilah ahli nahwu/terminologi adalah  ilmu yang menjelaskan kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan harakat akhir kalimat baik itu mu’rob (kalimat yang bisa berubah harokat akhir nya) ataupun mabni (kalimat yang tidak bisa berubah harokat akhir kalimatnya)

Gimana segitu ngerti ga??? Untuk lebih jelas saya paparkan sedikit. Dengan Ilmu nahwu kita akan bisa menentukan harakat dari sebuah kalimat artinya kita akan mahir membaca kalimat arab yang tidak memakai harakat (baris) yang sering disebut arab gundul.

Bersambung……..ke belakang dulu mules lain kali kita lanjut kalo agan2 masih ga ngerti Tanya aja di koment

Response to "BELAJAR BAHASA ARAB"

Leave a Reply

-setingi apapun keinginan untuk meraih sesuatu tidak akan pernah bisa melampaui tangga ketentuan yang esa-
-Very busy people always find time for everyting conversely,people with immense leisure find time nothing-
-Takdir, senang bermain dengan caranya sendiri, Kudamu tidak bisa diandalkan Hentikan akal-akalan, karena sesuatu bergantung bagaimana takdir dimainkan Satu kebajikan dari langit lebih baik daripada seratus upaya Seratus keburukan bersembunyi dalam setiap usaha kita "Jalaludin ar-Rumi"-
-pertama, manusia mendambakan roti, karena makanan adalah benang pokok kehidupan. Ketika pada akhirnya dia kekenyangan, dia mencari popularitas, pujian para penyair, dan publisitas. Sehingga, keuliaannya akan dipuja-puji. Dan dari podium, kebijakan-kebijakannya disambut meriah. "Jalaludin ar-Rumi"-